MUARA ENIM – JejakDaeeah. id Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Muara Enim menggelar diskusi kebangsaan dengan agenda bedah buku Islam dan Sosialisme karya H.O.S. Tjokroaminoto serta pemikiran tokoh intelektual Islam Ali Syari’ati, Sabtu (7/11/2026), bertempat di Kantor DPC PKB Muara Enim.
Kegiatan ini menghadirkan empat pemateri dari berbagai latar belakang keilmuan dan organisasi, yakni Dr. Solihan, S.Ag., M.Pd.I. selaku Ketua MUI Kabupaten Muara Enim, Dr. Awintino, S.H., M.H. (Akademisi/Praktisi Hukum), KH. Miftah Kaprawi (Rais Syuriyah PCNU), serta Tahta Amrillah, S.Pd., S.H. (PD Muhammadiyah Muara Enim).
Dalam diskusi tersebut, Dr. Solihan menjadi salah satu pemateri yang memberikan perspektif keislaman dalam membedah hubungan antara agama, kehidupan sosial, dan keadilan bagi masyarakat. Kapasitasnya sebagai Ketua MUI Muara Enim turut memberikan dimensi keagamaan dalam pembahasan pemikiran Islam dan tanggung jawab umat terhadap persoalan kebangsaan.
Sementara itu, Dr. Awintino menghadirkan perspektif akademis dan hukum, KH. Miftah Kaprawi membawa pandangan keulamaan, sedangkan Tahta Amrillah memberikan perspektif organisasi dan pemikiran Islam dari lingkungan Muhammadiyah.
Salah satu pembahasan penting dalam diskusi tersebut adalah sejarah perjuangan H.O.S. Tjokroaminoto. Lahir di Ponorogo pada 16 Agustus 1882, Tjokroaminoto dikenal sebagai tokoh pergerakan nasional sekaligus pemimpin Sarekat Islam yang berperan besar dalam membangun kesadaran politik dan perjuangan rakyat pada masa kolonial.
Ia juga dikenal sebagai guru sejumlah tokoh pergerakan bangsa, termasuk Soekarno. Pemikirannya mengenai Islam, sosialisme, persatuan, dan keadilan sosial menjadi bagian penting dalam sejarah perkembangan pemikiran politik Indonesia.
Selain itu, pemikiran Ali Syari’ati, intelektual asal Iran, turut menjadi perhatian. Gagasannya tentang Islam pembebasan menekankan keberpihakan terhadap kaum tertindas serta tanggung jawab kaum intelektual untuk tidak sekadar menjadi pengamat, melainkan ikut mengambil peran dalam perubahan sosial.
Kegiatan ini turut dihadiri jajaran pengurus DPC PKB Muara Enim, Ketua Fraksi PKB DPRD Sefti Agsiadi, anggota fraksi M. Pasma Ajiansyah, mahasiswa, organisasi kepemudaan, pimpinan media, serta pelajar SMA di Kabupaten Muara Enim.
Menariknya, kegiatan bedah buku dan diskusi kebangsaan ini menjadi inisiatif DPC PKB Muara Enim dalam mendorong tradisi intelektual di lingkungan partai politik. Di tengah dinamika politik yang kerap didominasi pembicaraan mengenai kekuasaan dan kontestasi, ruang diskusi seperti ini diharapkan dapat memperkuat budaya membaca, berpikir kritis, dan bertukar gagasan.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua MUI Kabupaten Muara Enim, Dr. Solihan, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan apresiasi kepada DPC PKB Muara Enim atas inisiatif menyelenggarakan diskusi kebangsaan dan bedah buku. Menurutnya, kegiatan semacam ini menjadi ruang positif untuk membangun tradisi intelektual, memperluas wawasan, serta mendorong tumbuhnya budaya diskusi di lingkungan partai politik.
Ia berharap langkah yang dilakukan PKB Muara Enim dapat menjadi contoh dan inspirasi bagi partai-partai politik lainnya untuk turut mengadakan kegiatan serupa. Dengan demikian, partai politik tidak hanya menjadi ruang konsolidasi dan aktivitas politik, tetapi juga dapat mengambil peran dalam mencerdaskan masyarakat melalui pendidikan, literasi, dan pertukaran gagasan.









