DPC PKB MUARA ENIM

Bareskrim Buru Dalang Penyelundupan Narkotika Jalur Laut Kepri

admin
Bareskrim Polri
Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso (Foto: Antara)
A-AA+A++

BATAM — Bareskrim Polri memperluas penyelidikan untuk membongkar jaringan internasional yang diduga berada di balik sejumlah penyelundupan narkotika melalui jalur laut di Kepulauan Riau (Kepri).

Penanganan perkara tidak hanya diarahkan kepada pelaku yang tertangkap di lapangan. Polisi kini menelusuri pihak-pihak yang diduga menjadi pengendali pengiriman narkotika, termasuk aktor yang berada di luar wilayah Indonesia.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso mengatakan penyelidikan terhadap jaringan narkotika dilakukan secara berkelanjutan. Setiap temuan dalam satu perkara dapat menjadi pijakan untuk mengembangkan penyelidikan berikutnya.

“Prinsip penyelidikan adalah prinsip yang berkelanjutan. Jadi apa yang kita temukan hari ini juga merupakan hasil pengolahan data dan penyelidikan yang dilakukan jauh hari sebelumnya. Demikian juga nanti hasil pendalaman menjadi cara menentukan penyelidikan berikutnya,” kata Eko di Batam, Selasa (01/09/2026).

Dalam sebulan terakhir, aparat menggagalkan sejumlah upaya penyelundupan narkotika melalui perairan Kepri. Tiga kasus besar yang menjadi perhatian antara lain pengungkapan 1,3 ton ketamin dari kapal MV King Sun, 2,6 ton sabu cair dari MV Ocean Porter, serta 800 kilogram ketamin dari kapal Fu Chang Xing I.

Rangkaian pengungkapan tersebut kini tidak dipandang sebagai perkara yang berdiri sendiri. Penyidik melakukan pendalaman untuk mencari kemungkinan hubungan antara satu kasus dengan kasus lainnya sekaligus memetakan jaringan yang mengatur pengiriman narkotika.

Eko mengatakan dugaan keterlibatan jaringan internasional terlihat dari pergerakan kapal dan awak yang berkaitan dengan wilayah perairan internasional. Kondisi tersebut membuat penyidik harus mengembangkan kerja sama dengan aparat penegak hukum dari negara lain.

“Mengapa kami sebut sebagai jaringan internasional? Karena awak kapalnya, pergerakan, pelintasannya semua berada di lautan internasional. Sehingga kita perlu bekerja sama dengan APH atau counterpart aparat penegak hukum yang berperan di negara masing-masing,” ujarnya.

Baca juga:  AS menyalahkan Rusia atas jatuhnya pesawat tak berawak di Laut Hitam, Moskow menyangkal

Koordinasi bilateral pun dilakukan untuk bertukar informasi dan melacak pihak-pihak yang diduga memiliki peran dalam rantai penyelundupan tersebut.

Sejumlah aktor yang sedang diburu diduga tidak berada di Indonesia. Bareskrim berkoordinasi dengan mitra penegak hukum di beberapa negara, termasuk Malaysia, Singapura, dan China.

“Untuk aktor dalam kasus penyelundupan ini ada, tapi tidak berada di negara kita. Masih diolah oleh beberapa counterpart kita yang berada di luar negeri, baik itu di Malaysia, Singapura, China dan lain-lain,” katanya.

Polisi juga masih mendalami posisi Indonesia dalam jalur pengiriman narkotika tersebut. Penyidik belum menyimpulkan apakah seluruh narkotika yang masuk ke wilayah Indonesia ditujukan untuk pasar dalam negeri atau hanya melewati perairan Indonesia sebagai bagian dari rute perjalanan.

“Kita belum bisa berhipotesa. Selama itu masuk wilayah hukum Indonesia, kita melakukan penindakan. Terkadang ada yang hanya lewat, terkadang ada tujuan,” ujar Eko.

Menurutnya, jaringan penyelundupan narkotika memiliki pola komunikasi yang berlapis sehingga tidak mudah dibaca aparat. Pelaku yang berada di lapangan dapat menerima instruksi secara bertahap, bahkan ketika kapal sudah berada dalam perjalanan.

“Kadang mereka dikendalikan, terputus, menunggu kira-kira lima menit. Ke mana harus mereka meluncur, ke mana mereka harus komunikasi, siapa yang akan menemui mereka dan lain-lain,” jelasnya.

Pola tersebut membuat aparat perlu menggabungkan berbagai sumber informasi dalam proses penyelidikan. Data dari lapangan, human intelligence, teknologi intelijen, hingga pertukaran informasi dengan aparat negara lain menjadi bagian dari upaya mengurai jaringan.

Eko juga membenarkan adanya korelasi yang sedang didalami antara sejumlah pengungkapan penyelundupan narkotika dalam beberapa pekan terakhir.

Namun, ia menegaskan proses tersebut masih membutuhkan pendalaman lebih lanjut sebelum hubungan antarkasus dapat disimpulkan secara utuh.

Baca juga:  WNA Malaysia Ditangkap di Jaksel, Diduga Produksi Narkotika Etomidate

“Tapi kalau kita lakukan pendalaman terus ke depan dan ada kemungkinan untuk kita melakukan intercept, akan kita lakukan,” kata Eko.

Dengan penyelidikan yang terus diperluas, Bareskrim tidak hanya berupaya memutus pengiriman narkotika di jalur laut. Polisi juga mengejar pihak yang diduga mengatur pergerakan barang dan mengendalikan pelaku dari luar Indonesia.

Jaringan di balik penyelundupan tersebut kini menjadi sasaran utama pendalaman, dengan kerja sama lintas negara sebagai salah satu kunci untuk mengungkap rantai peredaran narkotika hingga ke aktor pengendalinya.