Kepahiang, www.jejakdaerah.com – Srikandi Tenaga Pembangunan Sriwijaya Gelar Talkshow Untuk Menurunkan Kekerasan Terhadap Perempuan bersama 7 Organisasi Perempuan Kabupaten Kepahiang, Selasa (06 /12) di Aula Gedung Wulandari Kepahiang.
Dalam kesempatan ini Nyimas Tika Herawati,S.Ip selaku Ketua Srikandi Tenaga Pembangunan Sriwijaya Kepahiang yang juga merupakan Anggota DPRD Kabupaten Kepahiang menyampaikan dalam kesempatan ini mengajak seluruh lapisan elemen masyarakat untuk bersama-sama ikut berperan dalam menurunkan kekerasan terhadap perempuan menuju Kabupaten Kepahiang menuju Kabupaten Kepahiang Maju, Mandiri, Sejahtera.
” Dalam kesempatan ini kami mengajak semua pihak untuk bersama-sama menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di kabupaten Kepahiang, Komnas perempuan menjadi inisiator adanya materi atau perhatian lingkungan atas partisipasi kita semua. Peran Organisasi Perempuan Menurunkan kekerasan terhadap perempuan menuju kabupaten Kepahiang maju, mandiri,Sejahtera,” sampai Tika.
Ketua Srikandi Pusat
Nyimas Aliyah menyampaikan pihaknya akan mengkampanyekan 16 HAKTP, keterlibatan Komnas Perempuan dalam kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan ( HAKTP).
” Komitmen kita kami menolak segala bentuk kekerasan terhadap Perempuan dan anak dan organisasi ini sebagai garda terdepan untuk menindak berbagai kekerasan,” sampainya.
Mewakili Bupati Kepahiang asisten Bidang Administrasi Umum Hairah Aryani,M.Pd mengatakan tanggung jawab persoalan dan permasalahan perempuan menjadi kewajiban pemerintah tetapi menjadi beban kepada mereka tapi kita semua. Peran Pemda telah ditindaklanjuti dengan Perda Nomor 10 Tahun 2019 tentang kekerasan terhadap Perempuan dan Anak. Dan telah ditindaklanjuti dengan Perda di tingkat Desa dan Kecamatan dimana selaku ketua adalah Camat dan Ketua KUA sebagai sekretaris. Stakeholder DP3AP2KB dan juga dianggarkan setiap OPD . Perda Kelayakan anak Nomor 23 Tahun 2018.
” Artinya regulasi terhadap perempuan dan anak telah dilakukan Pemkab. Mengapa masih juga terjadi sampai dengan saat ini. Kita bicarakan bagaimana mengatasi permasalahan perempuan dan anak. Saya mengajak kita semua mari kita preventif bagaimana pencegahannya. Mari Kita kupas bersama untuk menurunkan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di kabupaten Kepahiang,karena anak adalah generasi penerus kita nantinya,” sampai Hairah.
Karena penyebab itu tidak sama hingga bulan Oktober ada 67 untuk dispensasi anak dibawah umur. Konseling perkawinan dini di PA, ada 40 kasus perempuan dan anak di kabupaten Kepahiang, mari kita buka mata mengapa ini terjadi karena ini nantinya berkaitan isu nasional terkait Stunting.
Talkshow diisi oleh beberapa Narasumber dan dihadiri Kepala Kemenag Kepahiang,Kadis Capil Kepahiang, Perwakilan Perempuan DPRD Kepahiang, Ibu Sekda Kepahiang selaku GOW,PKK, Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia, Tokoh Masyarakat Bengkulu, Corien Center Bengkulu dan seluruh Organisasi Wanita Se- Kabupaten Kepahiang. (Fro)